Musim 2025 Amanda Anisimova menjadi perjalanan besar penuh perkembangan, ketangguhan, serta naik turunnya emosi. Setelah mengalami salah satu kekalahan paling berat dalam kariernya pada final Wimbledon 2025, ketika ia tumbang dari Iga Swiatek 0–6, 0–6, petenis Amerika itu mengungkap betapa sulitnya masa setelah kekalahan tersebut — dan bagaimana ia berhasil membangun kembali kepercayaan dirinya hingga mampu menjalani salah satu musim terbaiknya di tur.
Berbicara kepada The Guardian, Anisimova mengungkap bahwa kembali bertanding setelah Wimbledon membutuhkan kerja mental yang sangat serius. Skor yang timpang, tekanan dari final Wimbledon pertamanya, serta sosok lawan di seberang net membuat pengalaman tersebut jauh lebih berat. Swiatek, yang kemudian meraih gelar Wimbledon pertamanya, memang menjadi salah satu lawan tersulit bagi Anisimova sepanjang kariernya.
Anisimova mengakui bahwa beban emosional dari kekalahan tersebut terus membayangi dirinya. Ia mengatakan bahwa ia harus merenung secara mendalam tentang bagaimana ia akan menghadapi turnamen-turnamen berikutnya, terutama dengan menyadari bahwa pertemuan ulang dengan Swiatek bisa terjadi di ajang besar mana pun. Namun, ia menekankan bahwa progres datang secara alami ketika ia mengubah pola pikirnya untuk fokus pada satu pertandingan dalam satu waktu. Setiap turnamen, setiap hari, dan setiap pertandingan menjadi kesempatan baru, dan pendekatan itulah yang secara bertahap membantunya kembali menemukan ketenangan dan keyakinan diri.
Reset mental tersebut langsung membuahkan hasil. Di US Open, hanya beberapa minggu setelah final Wimbledon yang menyakitkan, Anisimova menampilkan salah satu performa terbesar turnamen dengan mengalahkan Swiatek di perempat final 6–4, 6–3. Kemenangan itu menjadi pembalikan simbolis dari kisah Wimbledon dan menunjukkan dengan kuat kedewasaan serta ketangguhan kompetitif yang semakin berkembang dalam permainannya.
Perjalanan emosionalnya berlanjut di New York. Setelah mencapai final Grand Slam keduanya tahun ini, Anisimova menghadapi Aryna Sabalenka dan menampilkan performa kuat sebelum akhirnya kalah 3–6, 6–7(3). Petenis Amerika itu mampu melewati fase-fase sulit, memberikan tekanan, dan memainkan sejumlah rangkaian tenis yang luar biasa. Meskipun akhirnya tumbang, kemampuannya untuk tetap bersaing di level tertinggi dan menjaga ketenangan sangat kontras dengan pengalaman yang ia alami di Wimbledon.
Namun, emosi pada momen itu tetap menguasainya. Setelah final berakhir, Anisimova terlihat menangis saat mencoba menerima hasil tersebut. Kekalahan di US Open, meskipun menyakitkan, memiliki makna yang sangat berbeda. Berbeda dengan Wimbledon, di mana ia kesulitan menemukan ritme, final ini justru menunjukkan progres nyata, disiplin taktis, dan kekuatan mental. Ia mampu menekan para pemain terbaik dunia, menciptakan peluang, dan mempertegas bahwa dirinya memang pantas berada di jajaran elit olahraga ini.
Dalam konteks yang lebih luas, musim 2025 Anisimova benar-benar luar biasa. Mencapai dua final Grand Slam dalam satu tahun adalah pencapaian yang hanya diraih oleh segelintir pemain aktif. Ia juga merebut gelar WTA 1000 di Doha dan akan naik ke peringkat No. 4 WTA pada hari Senin — posisi tertinggi dalam kariernya.
Pencapaian-pencapaian ini tidak hanya mencerminkan kekuatan permainan baseline dan kemampuan pukulan alaminya, tetapi juga peningkatan besar dalam pendekatan mentalnya. Timnya secara konsisten menekankan bahwa kesuksesan jangka panjang akan datang dari kemampuan mengombinasikan ketangguhan emosional dengan perkembangan taktis. Jika ia mempertahankan tren peningkatan seperti ini, perjalanan lebih dalam di Grand Slam — bahkan peluang meraih gelar — menjadi semakin mungkin.
Bahkan Aryna Sabalenka, setelah mengalahkan Anisimova di final US Open, menyatakan keyakinannya bahwa petenis Amerika itu akan segera memenangkan gelar Grand Slam. Ucapan penyemangat tersebut membuat Anisimova tersenyum sejenak, menjadi pengingat bahwa perjalanannya masih terus berkembang dan bahwa ia kini semakin dekat untuk mencapai level tertinggi dalam olahraga ini.
Saat perhatian beralih ke musim 2026, Anisimova memasuki tahun baru sebagai salah satu pesaing terkuat di tur. Performanya sepanjang 2025 telah menegaskan dirinya sebagai kekuatan yang konsisten dan mampu menantang para pemain terbaik. Dengan kekuatan mental yang meningkat, pengalaman tampil di final turnamen besar, serta kepercayaan diri yang kembali tumbuh, ia melangkah maju dengan momentum — dan dengan ekspektasi jelas bahwa hasil yang lebih besar sudah menantinya di depan.


