Australian Open 2026 hadir dengan perpaduan luar biasa antara sejarah, ambisi, dan pergantian generasi. Dari upaya Jannik Sinner mengejar hat-trick gelar di Melbourne hingga misi Carlos Alcaraz untuk melengkapi Career Grand Slam dan perburuan Novak Djokovic atas gelar mayor ke-25 yang memecahkan rekor, Grand Slam pertama musim ini siap mendefinisikan ulang tenis modern. Dengan total hadiah terbesar sepanjang sejarah dan salah satu daftar peserta terdalam dalam beberapa tahun terakhir, Melbourne Park kembali menjadi pusat perhatian dunia tenis.
Australian Open 2026: Gambaran Umum Turnamen
Australian Open 2026 akan digelar di Melbourne Park pada 18 Januari hingga 1 Februari, menandai edisi ke-114 turnamen ini dan yang ke-58 di Era Terbuka. Sebagai Grand Slam pertama dalam kalender tahunan, turnamen ini secara tradisional menjadi penentu arah musim tenis secara keseluruhan.
Turnamen ini akan mempertandingkan nomor tunggal, ganda, dan ganda campuran, serta kompetisi junior dan kursi roda, yang semakin menegaskan status Australian Open sebagai salah satu ajang tenis paling inklusif dan berpengaruh secara global.
Juara Bertahan dan Beban Ekspektasi
Jannik Sinner: Mengejar Hat-Trick Bersejarah di Melbourne
Jannik Sinner kembali ke Melbourne sebagai juara bertahan dua kali Australian Open (2024, 2025) dan pemimpin tak terbantahkan tenis lapangan keras putra. Pertahanan gelarnya yang dominan pada 2025 — ditutup dengan kemenangan straight set atas Alexander Zverev — menegaskan bahwa terobosannya bukan sekadar kebetulan.
Jika Sinner kembali mengangkat trofi pada 2026, ia akan menjadi petenis pertama sejak Novak Djokovic yang memenangkan tiga gelar Australian Open secara beruntun. Prestasi ini akan menempatkannya sejajar dengan legenda turnamen dan semakin mengukuhkan rivalitasnya dengan Carlos Alcaraz sebagai duel penentu era ini.
Carlos Alcaraz dan Impian Career Grand Slam
Bagi Carlos Alcaraz, Australian Open 2026 adalah misi yang belum selesai.
Setelah meraih gelar di Roland Garros, Wimbledon, dan US Open, Melbourne menjadi satu-satunya kepingan yang masih hilang untuk melengkapi Career Grand Slam. Di usia 22 tahun, Alcaraz berpeluang menjadi petenis termuda di Era Terbuka yang menyapu bersih keempat gelar Grand Slam.
Selain pencapaian individu, terdapat pula potensi tonggak sejarah kolektif. Alcaraz dan Iga Świątek dapat menjadi pasangan putra–putri pertama di Era Terbuka yang menyelesaikan Career Grand Slam masing-masing di Grand Slam yang sama — sebuah momen unik dalam sejarah tenis.
Novak Djokovic dan Perburuan Gelar Mayor ke-25
Meski telah berusia 38 tahun, Novak Djokovic tetap menjadi pusat perhatian di setiap Grand Slam.
Legenda Serbia ini memasuki Australian Open 2026 dengan target gelar Grand Slam ke-25, yang akan semakin menjauhkannya dari siapa pun dalam sejarah tenis. Kehadirannya di Melbourne juga menandai penampilan utama Grand Slam ke-81 sepanjang kariernya, menyamai rekor Era Terbuka milik Roger Federer dan Feliciano López.
Walaupun cedera sempat mengganggu musim 2025, performa Djokovic di lapangan keras — khususnya di Melbourne, tempat ia meraih kesuksesan luar biasa — memastikan dirinya tetap menjadi kandidat juara.

Perpisahan di Melbourne: Australian Open Terakhir Stan Wawrinka
Australian Open 2026 juga sarat emosi.
Turnamen ini diperkirakan menjadi penampilan terakhir Stan Wawrinka di Australian Open. Juara 2014, pemilik tiga gelar Grand Slam, dan mantan peringkat 3 dunia ini mendapat wild card pada usia 40 tahun. Ia membawa kenangan tentang salah satu puncak performa paling berani dan bertenaga dalam tenis modern.
Apa pun hasilnya, kehadiran Wawrinka memberikan nuansa penutup yang bermakna bagi sebuah era besar dalam tenis putra.
Tunggal Putra: Kedalaman, Generasi Muda, dan Representasi Global
Daftar peserta tunggal putra mencerminkan kedalaman luar biasa tur ATP:
- Unggulan teratas: Alcaraz, Sinner, Zverev, dan Djokovic
- Harapan tuan rumah bertumpu pada Alex de Minaur
- Bintang muda seperti Ben Shelton, Jakub Menšík, João Fonseca, dan Learner Tien membawa elemen kejutan
- Penantang mapan seperti Medvedev, Rublev, Ruud, Fritz, Tsitsipas, dan Bublik menjamin jalur berat menuju gelar
Absennya Holger Rune akibat cedera Achilles mengubah peta persaingan dan membuka peluang bagi pemain lain untuk melangkah lebih jauh.
Tunggal Putri: Juara Bertahan, Dendam, dan Rekor Baru
Madison Keys: Juara di Wilayah yang Belum Pernah Dijelajahi
Madison Keys kembali sebagai juara bertahan tunggal putri, setelah meraih gelar Grand Slam pertamanya pada 2025 usai 46 kali tampil di turnamen mayor — salah satu perjalanan terpanjang menuju gelar perdana dalam sejarah tenis.
Untuk pertama kalinya, Keys menghadapi tantangan psikologis mempertahankan gelar Grand Slam, ujian yang kerap lebih sulit daripada memenangkannya.
Iga Świątek, Aryna Sabalenka, dan Perebutan Peringkat No. 1
Sektor putri dipimpin oleh Aryna Sabalenka dan Iga Świątek, yang memasuki Melbourne sebagai favorit utama.
Świątek mengejar Career Grand Slam miliknya, sementara Sabalenka mengincar pembalasan setelah kekalahan dramatis tiga set dari Keys di final 2025 — kekalahan yang mengakhiri 20 kemenangan beruntunnya di Australian Open.
Venus Williams: Menentang Waktu Sekali Lagi
Di usia 45 tahun 7 bulan, Venus Williams menjadi petenis putri tertua yang tampil di undian utama Australian Open, melampaui rekor sebelumnya milik Kimiko Date.
Wild card yang diterimanya bukan sekadar simbolis, tetapi juga mencerminkan daya tahan, ketangguhan, dan daya tarik abadi seorang juara lintas generasi.
Menengok Kembali: Apa yang Menentukan Australian Open 2025
Edisi 2025 adalah turnamen penuh kontras:
- Dominasi Sinner menegaskan pergantian era di tenis putra
- Terobosan Madison Keys menghadirkan salah satu kisah juara paling emosional dalam beberapa tahun terakhir
- Kejutan João Fonseca atas Andrey Rublev menandai lahirnya bintang remaja baru
- Inovasi dengan debut AO Pickleball Slam
- Total hadiah mencapai AUD 96,5 juta, menegaskan pertumbuhan komersial tenis
Australian Open 2026: Lebih Besar dari Sebelumnya
Hadiah Rekor dan Format yang Diperluas
Australian Open 2026 mencetak tonggak baru dengan total hadiah rekor AUD 111,5 juta, meningkat 16% dari tahun sebelumnya — menjadikannya turnamen tenis terkaya dalam sejarah hingga saat ini.
Program Opening Week yang diperluas (mulai 12 Januari) mengubah Melbourne Park menjadi festival tenis berskala penuh, dengan latihan terbuka, pertandingan amal, acara junior, dan pengalaman penggemar yang memperdalam keterlibatan di luar pertandingan utama.
Mengapa Australian Open 2026 Begitu Penting
Australian Open 2026 bukan sekadar pembuka musim. Turnamen ini adalah titik pertemuan:
- Peluang Career Grand Slam
- Potensi gelar mayor ke-25 yang memecahkan rekor
- Kelanjutan rivalitas penentu era
- Perpisahan ikon dan kebangkitan calon juara masa depan
Bagi penggemar tenis di seluruh dunia — termasuk mereka yang mengikuti musim dari US Open hingga Melbourne — turnamen ini merepresentasikan masa kini dan masa depan olahraga dalam satu panggung.
Untuk laporan pertandingan terbaru, analisis harian, dan berita terkini sepanjang musim Australian Open, kunjungi halaman berita tenis kami, tempat kami mengulas setiap perkembangan penting dari Melbourne Park dan berbagai turnamen besar lainnya.

