• Home
  • Prediksi Ahli
  • Jannik Sinner Raih Gelar ATP Finals Kedua Berturut-Turut dan Masuk ke Elite Bersama Federer dan Djokovic

Jannik Sinner menambah satu pencapaian besar lagi dalam warisan kariernya yang terus berkembang pesat dengan mengalahkan Carlos Alcaraz 7–6, 7–5 pada pertandingan terakhir musim ATP dan berhasil mempertahankan gelar ATP Finals. Petenis Italia itu menutup tahun yang fenomenal dengan kemenangan ke-10 berturut-turut di ajang tersebut dan menjadi petenis kedua dalam sejarah yang mampu meraih dua gelar ATP Finals secara beruntun tanpa kehilangan satu set pun.

Pencapaian Sinner menempatkannya dalam kelompok yang sangat eksklusif. Dalam 56 tahun sejarah turnamen penutup musim, hanya delapan pemain sebelumnya yang pernah memenangkan ATP Finals secara berturut-turut — dan semuanya dianggap sebagai legenda tenis. Daftar tersebut mencakup Ilie Nastase, Björn Borg, Ivan Lendl, John McEnroe, Pete Sampras, Lleyton Hewitt, Roger Federer, dan Novak Djokovic. Dengan mempertahankan gelarnya di Turin, Sinner menjadi nama kesembilan dalam daftar bersejarah ini dan salah satu yang termuda yang berhasil melakukannya.

Skala pencapaian Sinner menjadi semakin mengesankan ketika dilihat dalam konteks sejarah. Nastase mendominasi tahun-tahun awal turnamen, memenangkan tiga gelar beruntun antara 1971 dan 1973. Borg meraih dua kemenangan berturut-turut pada 1979 dan 1980 di Madison Square Garden. Lendl, salah satu pemain indoor terbaik sepanjang masa, memenangkan lima gelar ATP Finals dan menjadi pemain pertama yang meraih dua gelar beruntun tanpa kehilangan satu set pun — sebuah rekor yang kini berhasil disamai Sinner. McEnroe memperpanjang masa keemasannya hingga pertengahan 1980-an dengan dua trofi beruntun, sementara Sampras menetapkan standar baru dengan lima gelar yang diraih di dua kota berbeda. Hewitt terkenal memenangkan gelar di tanah kelahirannya di Sydney pada 2001 dan mempertahankannya setahun kemudian di Shanghai.

Federer membawa level dominasi ke tingkat yang lebih tinggi dengan meraih enam gelar ATP Finals di tiga lokasi berbeda, sementara Djokovic akhirnya melampauinya dengan tujuh gelar — sebuah rekor sepanjang sejarah turnamen. Djokovic juga merupakan pemain terakhir yang mengalahkan Sinner di lapangan indoor sebelum rangkaian kemenangan musim ini. Sejak kekalahan tersebut, petenis Italia itu memenangkan 19 pertandingan indoor berturut-turut, termasuk gelar Piala Davis, satu trofi Grand Slam, dan kini gelar ATP Finals keduanya yang bersejarah.

Perjalanan Sinner di turnamen penutup musim berlangsung cepat dan luar biasa. Dalam tiga musim sejak pertama kali lolos, ia telah mencapai tiga final dan memenangkan dua gelar — keduanya tanpa kehilangan satu set pun. Kejelasan taktis, perkembangan permainan yang sangat cepat, serta konsistensi tinggi di lapangan keras indoor membuatnya hampir tak tersentuh dalam kondisi ini. Dengan kemenangan tahun 2025, Sinner juga melampaui Ilie Nastase sebagai pemain dengan persentase kemenangan pertandingan terbaik di ATP Finals pada tahap karier seperti ini.

Kemenangan terbarunya kembali datang melalui pertandingan yang sangat ketat melawan Carlos Alcaraz, sebuah rivalitas yang banyak mewarnai musim ATP tahun ini. Sepanjang musim, kedua pemain saling memaksa hingga batas kemampuan mereka, bertemu di tiga final Grand Slam berturut-turut dan memainkan duel dramatis di Roland Garros. Partai final ATP Finals di Turin menjadi penutup yang tepat bagi musim mereka. Kemampuan Sinner untuk menaikkan level permainan pada momen-momen tekanan — mulai dari second serve yang berani hingga perubahan ritme baseline yang disiplin — menjadi kunci keberhasilannya meraih kemenangan.

Alcaraz, meskipun kalah, juga meraih pencapaian besar dengan memastikan diri sebagai petenis No. 1 dunia di akhir tahun. Petenis Spanyol itu kini akan mengalihkan fokusnya ke Piala Davis, sementara Sinner menutup musim dengan catatan sempurna dan status yang semakin kuat sebagai salah satu juara terbesar dalam dunia tenis saat ini.

Dengan dua gelar ATP Finals berturut-turut, rekor kemenangan beruntun di lapangan indoor, dan prestasi di panggung-panggung terbesar olahraga ini, Jannik Sinner menutup tahun 2025 bukan hanya sebagai sosok dominan di tenis putra, tetapi juga sebagai pemain yang pencapaiannya kini mulai menyamai para juara terbesar dalam sejarah. Saat tur memasuki musim 2026, petenis Italia itu berdiri kokoh di antara para elit, siap menulis babak-babak baru dalam karier yang sudah dipenuhi pencapaian luar biasa.

Related posts