• Home
  • Berita Turnamen
  • Wimbledon 2025 Mencetak Rekor: Jumlah Penonton, Jangkauan Digital, dan Dampak Global Menjelang Wimbledon 2026

The Championships 2025 akan dikenang sebagai salah satu edisi paling sukses dalam sejarah panjang dan bergengsi Wimbledon. Dengan 746 pertandingan yang berlangsung selama total 1.250 jam tenis, edisi ke-138 turnamen ini menetapkan standar baru baik di dalam maupun di luar lapangan, menarik jumlah penonton yang memecahkan rekor, keterlibatan digital yang luar biasa, serta jangkauan global yang sangat kuat. Saat dunia tenis menantikan Wimbledon 2026, pencapaian tahun 2025 menegaskan kembali dampak budaya dan olahraga Wimbledon yang tak tertandingi.

Salah satu pencapaian paling menonjol adalah jumlah penonton tertinggi dalam sejarah Wimbledon. Sebanyak 548.770 penonton memasuki kompleks selama dua minggu turnamen, dengan rekor harian baru tercatat pada Hari ke-9, 11, dan 12. Permintaan tiket melalui Public Ballot dan antrean ikonik The Queue tetap sangat tinggi, dengan puluhan ribu penggemar membeli tiket pada hari pertandingan. Grounds Pass yang dihargai hanya £30 selama delapan hari pertama turut meningkatkan aksesibilitas dan jumlah penonton yang hadir.

Lonjakan minat ini juga memberikan manfaat ekonomi yang signifikan. Wimbledon terus menjadi ajang olahraga tahunan paling bernilai bagi perekonomian Inggris. Turnamen 2024 menghasilkan aktivitas ekonomi nasional sekitar £434 juta, dengan hampir £279 juta berasal dari London saja. Indikator awal menunjukkan bahwa tahun 2025 bahkan melampaui angka-angka kuat tersebut.

Kinerja siaran pada 2025 kembali menegaskan tingginya minat global terhadap Wimbledon. Di Inggris, tayangan Wimbledon diputar lebih dari 69,3 juta kali di BBC iPlayer, situs BBC Sport, dan aplikasi BBC Sport, naik dari 50,1 juta pada 2024. Total jam tontonan mencapai 267 juta. Final tunggal putra mencapai puncak 8,8 juta penonton di TV dan platform online, sementara 4,1 juta pemirsa menyaksikan Iga Swiatek meraih gelar tunggal putri pertamanya.

Jumlah penonton internasional menunjukkan pertumbuhan serupa. Di Italia, Sky Italia mencatat rating Wimbledon terbaik dalam sejarahnya, dengan 7,6 juta penonton menyaksikan Jannik Sinner meraih gelar tunggal putra. Di Polandia, penonton puncak Polsat mencapai 3,96 juta untuk final Iga Swiatek, melonjak drastis dari 505.000 pada tahun sebelumnya. Di Amerika Serikat, ESPN mencatat jumlah penonton Wimbledon tertinggi sejak 2019, dengan semifinal tunggal putri meraih angka terbaik sejak 2015 dan total penonton babak final naik 19 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kinerja digital dan media sosial juga menjadi sorotan utama. Di seluruh kanal resmi Wimbledon, sebanyak 5.844 unggahan selama musim lapangan rumput menghasilkan 4,7 miliar impresi — meningkat 61 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah interaksi mencapai 144 juta, sementara penayangan video melampaui 2,7 miliar. Audiens media sosial turnamen bertambah 2,3 juta pengikut, sehingga totalnya mencapai 23,5 juta. Wimbledon Shop juga mencatat hasil penjualan tertinggi dalam sejarah, dengan 666.546 item terjual, termasuk lebih dari 100.000 topi baseball dan hampir 25.000 bola tenis bekas yang hasilnya mendukung Wimbledon Foundation.

Wimbledon terus memperkuat inisiatif komunitas dan program edukasinya. Learning Programme yang didukung oleh Barclays memperluas jangkauannya dengan mengadakan sesi di sekolah-sekolah, menyediakan tiket untuk keluarga, serta bekerja sama dengan International Tennis Hall of Fame melalui inisiatif ‘Be Legendary’. Sebanyak 600 tamu dari 89 mitra amal menghadiri The Championships, dan skema Ticket Resale berhasil mengumpulkan £195.000 untuk Wimbledon Foundation. Acara ini juga menyambut 1.000 pengungsi, memberikan mereka pengalaman tak terlupakan di turnamen.

Keberlanjutan lingkungan tetap menjadi fokus utama. Aorangi Player Pavilion untuk pertama kalinya beroperasi tanpa bahan bakar fosil, semakin banyak dapur di area turnamen beralih ke sistem tanpa gas, dan penggunaan inovatif bola tenis daur ulang dimanfaatkan untuk meningkatkan desain akustik di berbagai fasilitas Wimbledon. Pilihan makanan menampilkan label jejak karbon, sementara kemasan biodegradable berbahan rumput laut terus membantu mengurangi limbah plastik.

Pencapaian di lapangan juga turut mendefinisikan turnamen 2025. Sebanyak 6.365 ace tercatat sepanjang kompetisi, dan Giovanni Mpetshi Perricard mencetak rekor baru Wimbledon dengan servis 153 mph. Final tunggal putri antara Swiatek dan Anisimova menghasilkan skor 6-0, 6-0 — pertama kalinya terjadi sejak 1911. Tenis Italia merayakan momen bersejarah ketika tiga petenis putra Italia mencapai babak keempat, dan Jannik Sinner menjadi petenis Italia pertama yang menjuarai tunggal putra Wimbledon. Novak Djokovic mencatat kemenangan pertandingan ke-100 di Wimbledon, menempuh jarak kumulatif lebih dari 179.887 meter di lapangan — setara lebih dari empat maraton penuh.

Dengan keterlibatan penggemar yang belum pernah terjadi sebelumnya, jangkauan digital yang memecahkan rekor, dan visibilitas global yang terus meningkat, Wimbledon 2025 membuka jalan bagi Wimbledon 2026 yang semakin menarik. Momentum ini terus menguat seiring para penggemar tenis di seluruh dunia menantikan babak baru dalam sejarah ikonik turnamen tersebut.

Related posts